Penyebab Penurunan Performa Manchester United

Update Terakhir: April 1, 2015

Penyebab Penurunan Performa Manchester United

Kekalahan yang dialami Manchester United secara dua kali berturut-turut yang lalu membuat The Red Devils tertinggal sebanyak 13 poin di belakang pimpinan klasemen Liga Inggris Arsenal. Publik melihat adanya kelemahan yang terjadi secara nyata di lini tengah. United merindukan figur pemain seperti Michael Carrick yang tidak dapat bermain dikarenakan cedera sejak akhir bulan November. The Red Devils kehilangan sosok pemain yang menjadi pengontrol permainan. Lalu, mengapa penampilan United bisa menurun seperti sekarang ini? Dan apakah penyebabnya? Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan penurunan tersebut terjadi antara lain:1.      Kegagalan di Bursa Transfer

Dalam bursa transfer musim panas lalu, United gagal membeli pemain bintang seperti Cesc Fabregas, Leighton Baines, Ander Herrera dan Thiago Alcantara. Para pesaingnya malah semakin memperkuat skuad mereka dengan pemain yang mereka dapatkan dalam bursa transfer. Seperti halnya yang telah dialami Arsenal. Arsenal berubah menjadi kuat musim ini setelah kedatangan Mesut Ozil dari Madrid dengan biaya transfer sebesar 42,4 juta pound. Begitu juga dengan Tottenham dan Manchester City yang mana masing-masing klub telah mengeluarkan dana minimal sebesar US$ 50 juta untuk mendapatkan pemain baru. Kini, semua klub tersebut telah berada pada posisi diatas juara bertahan.

2.      Masalah di lini tengah

Ketiadaan pemain lini tengah yang hebat seperti Roy Keane dan Paul Scholes telah membuat tim United melemah. Selain itu, kondisi ini juga diperparah dengan ketidak hadiran Michael Carrick karena cedera. Moyes telah mencoba duet pemain di lini tengah seperti Ryan Giggs dan Marouane Fellaini atau Tom Cleverley dan Phil Jones. Namun, kedua kemitraan ini belum menunjukkan hasil yang berarti untuk United. Mantan pemain United, Robbie Savage menyatakan bahwa United telah kehilangan pemain (Carrick) yang mampu melakukan penguasaan terhadap bola dan United tidak memiliki pemain yang mempunyai orientasi defensif dalam skuad.

3.      Metode permainan yang diterapkan Moyes masih tergolong tidak biasa (asing)

Selama kepemimpinan Ferguson, ia tidak pernah mentolerir adanya perselisihan di ruang ganti permain. Akan tetapi, dalam metode kepelatihan yang diterapkan Moyes sangat berbeda. Manajer asal Skotlandia tersebut menunggu sampai pada menit terakhir sebelum pada akhirnya ia mengumumkan susunan starting XI. Hal ini jelas telah menimbulkan semacam energy kegugupan dan kecemburuan diantara para pemain. Padahal, sebelumnya Moyes telah berjanji untuk tidak mengubah metode yang diterapkan Moyes, namun hal yang terjadi sebaliknya. Ia melakukan perubahan yang besar dan mencolok seolah-olah ingin menegaskan bahwa United sedang melakukan transisi yang besar.

4.      Cederanya Robin Van Persie

Beberapa pihak menyatakan kalau hal yang menentukan kemenangan United dalam merebut gelar musim yang lalu adalah kehadiran Robin van Persie. Sebanyak 26 gol telah ditorehkan oleh pemain asal Belanda itu mampu mengantarkan tim United finish di puncak klasemen.