Fulham Perlu Poin Bukan Gaya Bermain

Update Terakhir: April 1, 2015

Fulham Perlu Poin Bukan Gaya Bermain

Pelatih utama Fulham, Rene Meulensteen, menantang para pemainnya untuk mengubah gaya bermain mereka yang sudah bagus menjadi sebuah poin yang berguna. Tantangan itu disampakan Meulensteen usai Fulham kalah di kandang sendiri, di Craven Cottage 2-4 dari Manchester City kemarin. The Cottagers sebelumnya berhasil mengejar ketertinggalan 0-2 dan bahkan kemudian menyamakan kedudukan 2-2 sebelum akhirnya harus menyerah kalah 2-4 dari Manchester City di rumah mereka sendiri, stadion kebanggaan pendukung Fulham, Craven Cottage. Hasil tersebut sejujurnya sangat mengecewakan pelatih Fulham asal Belanda tersebut karena mereka menyia-nyiakan peluang bahkan hanya sekadar untuk mendapatkan satu poin The Cottagers tidak mampu.

Pasukan Manuel Pellegrini berhasil unggul dua gol di Craven Cottage melalui Yaya Toure dan Vincent Kompany sebelum Kieran Richardson menghadirkan asa kepada para pendukung tuan rumah yang memadati Craven Cottage. Pendukung klub Fulham semakin bersorak ketika Kompany membuat sebuah gol bunuh diri yang tidak perlu. Hal itu merupakan hadiah untuk Fulham dan para pendukungnya yang kembali bernyanyi setelah sebelumnya Craven Cottage agak sunyi. Tetapi, pasukan Meulensteen tidak bisa mempertahankan kedudukan seimbang tersebut untuk mendapatkan sebiji poin karena kemudian Jesus Navas dan James Milner yang masuk menjadi pemain pengganti mencetak gol. Keduanya secara tidak terduga datang dari bangku cadangan dan menjadi super subs.

Meulensteen, yang orang Belanda itu memang puas dengan penampilan yang dimainkan oleh anak asuhnya. Gaya bermain Fulham sangat menarik untuk dilihat walaupun mereka ketinggalan, Fulham terus menyerang bahkan ketika mereka unggul bombardir serangan Fulham semakin menjadi-jadi. Tetapi, Fulham juga butuh poin bukan gaya bermain. Meulensteen menyadari bahwa Fulham sudah kalah dari sembilan pertandingan liga terakhir mereka. Dan Fulham perlu angka demi angka agar bisa lolos dari jeratan lubang degradasi. Fulham tentunya tidak ingin kembali turun kasta ke divisi satu Liga Inggris alias Championship dan tidak bermain lagi di Divisi Utama alias Premiership. Meulensteen maka menantang seluruh pemainnya untuk mengkonversi gaya bermain yang sudah apik itu menjadi kemenangan.

“Hal ini sama dengan kekalahan dari Spurs (1-2) dan juga kekalahan telak dari Everton (1-4) pada ketiga pertandingan ini kami sudah menyamakan kedudukan tetapi kemudian kami sepertinya lengah dan akhirnya dieksploitasi kelengahan kami. Saya sangat senang dengan perkembangan permainan Fulham dan hal ini sudah mereka aplikasikan dari latihan menjadi sebuah permainan penyerangan yang baik. Saya sebagai orang Belanda yang menyukai permainan ini tentu saja senang melihatnya. Tetapi, untuk menghindari degradasi kami butuh poin. Bahkan di pertandingan tadi kami tidak bisa mendapatkan satu poin saja. Andai kata kami tetap berhasil mempertahankan keseimbangan kami akan dapat satu poin. Maka, selanjutnya saya tantang pemain saya agar gaya bermain menghasilkan poin.” Kata Meulensteen di konferensi pers usai pertandingan.